Posted in fanfiksi indonesia, sequel, series, wangbie

[FF Indonesia] On Going (Part 3)


On Going

Part 3

WhatsApp Image 2017-05-03 at 11.12.08

 

By : Wangbie

Genre : Romance – Short Story

Cast :    

Jung Yonghwa and others

Editor : Riefa

 

 

**** Happy reading ****

 

Minhyuk masuk ke dalam kamar Yonghwa tanpa mengetuk pintu. Sudah menjadi kebiasaan, tetapi ada yang berbeda. Tidak ada sapaan hangat dan ceria disertai senyum lebar yang membuat mata sipitnya terlihat menggemaskan. Dan sepertinya Sang Pemilik kamar yang sedang duduk menyandar di depan jendela juga tidak peduli dengan kehadiran tamunya.

Pria penyuka kucing itu meletakkan dua kantong plastik di atas meja tak jauh dari pintu masuk sebelum berjalan menghampiri Yonghwa. Tanpa mengatakan apa pun, tapi tangan kanannya masih ada di atas bahu kiri Yonghwa setelah menepuknya pelan.

Ia menghela napas panjang.

“Kau datang sendirian, kan?”

“Ya, Hyung.” Jawabnya sedikit lega. Hanya sedikt, tapi cukup untuk menenangkan pikiran. “Aku datang sendiri. Tadi aku bertemu dengan Jonghyun hyung di jalan. Dia bilang akan mampir ke sini setelah mengantar Juniel pulang.”

“Mereka berkencan?” Yonghwa menoleh seolah-olah ia sangat terkejut. “Kemarin Juniel menjengukku di rumah sakit bersama seorang pria.”

Minhyuk duduk di samping Yonghwa lalu membuka jendelanya lebar-lebar. Membiarkan udara sore yang cukup hangat menyapa. Berkali-kali napas beratnya diembuskan. Terdengar keras.

Ia tidak berniat menjawab pertanyaan yang Yonghwa sendiri pun pasti sudah tahu jawabannya. Karena tidak ada satu pun dari mereka bertiga yang berusaha menutupi sesuatu pada Yonghwa. Terutama Jonghyun. Si Gitaris tampan itu selalu menceritakan apa pun pada Yonghwa, meskipun itu hanya mengenai retribusi parkir di salah satu mal yang mengalami kenaikan harga. Apalagi hal sensitif, yang menurut Duo Busan itu sangat penting. Masalah hati. Cinta. Perasaan.

Ya ….

Di antara empat pria yang sama-sama menggilai musik itu, hanya Yonghwa dan Jonghyun yang sangat sensitif dengan kisah percintaan. Menurut mereka berdua, cinta adalah sebuah ilusi yang bisa menjadi kenyataan bila seseorang datang dan berhasil memporak-porandakan kehidupan mereka. Terlebih lagi bagi Yonghwa. Sang Pemimpin yang kerap menghabiskan waktu lebih lama untuk bisa bangkit setelah gagalnya sebuah hubungan. Cinta adalah mimpi. Begitulah pemikirannya, setelah hubungan percintaannya berakhir dengan sangat dramatis.

Akan tetapi, meskipun begitu. Yonghwa tetaplah seorang kakak sekaligus ayah yang akan mereka cari. Untuk menumpahkan segala keluh kesah.

Dan … seperti yang sudah Jonghyun ceritakan sejak awal. Bahwa hubungan Jonghyun dengan Juniel hanyalah setting-an. Keduanya hanya memerankan sebuah drama yang para fan percayai. Pada kenyataannya, Juniel hanyalah seorang adik untuk Jonghyun. Tidak lebih, dan tidak kurang.

“Jadi ….”

“Ya.”

Tanpa merasa perlu untuk mendengarkan secara utuh, isi kalimat yang akan Minhyuk katakan. Yonghwa menyahut dengan yakin. Keyakinan yang membuat siapa pun, yang mengenal Yonghwa, tidak akan berani melanjutkan perkataan mereka.

Minhyuk juga salah satu di antara mereka.

Tetapi, kerutan di kening, juga helaan napas yang terdengar begitu berat. Menunjukkan sesuatu yang berbeda. Untuk kali ini, Minhyuk ingin memastikan. Berbekal ketidakberdayaan dan rasa frustasi, sekaligus kepasrahan.

Ia sudah terlalu lelah melihat dua orang yang dulu saling mencintai, sekarang … seolah mereka adalah bagian dari keluarga Romeo dan Juliet. Menyimpan rasa sakit dan dendam yang mampu menghanguskan siapa pun, dan apa pun yang ada di dekatnya.

Minhyuk ingin melihat Yonghwa dan gadis itu tertawa bersama seperti dulu. Dan, Minhyuk sendiri pun tahu. Kalau keinginannya tidak akan pernah bisa terpenuhi.

“Jadi, Hyung … aku ….”

“Aku tidak marah padamu, Hyukie-ah …” sekali lagi Yonghwa menyela. “Jangan minta maaf. Aku benar-benar tidak marah karena kejadian kemarin.”

Hyung …” tanpa sadar Minhyuk mengepalkan tangan. “Aku minta maaf karena aku yang mengenalkan dia pada Hyung … kalau saja … dulu … aku tidak memaksa Hyung agar ikut ke pesta dan mengenalkan kalian berdua … pasti Hyung tidak akan seperti ini … aku minta maaf, Hyung … ini salahku.”

“Apa kau menangis?” Yonghwa terkekeh. Kedua sudut bibirnya tertarik halus ke samping. Meskipun sorot matanya tetap kosong. Senyum itu tulus. “Kemarilah …” ucapnya seraya merangkul bahu Minhyuk. Menepuknya perlahan.

Minhyuk ikut terkekeh, bersamaan dengan satu butir air matanya yang menetes. Hanya satu. “Aku tidak menangis, Hyung … anginnya terlalu kencang, dan mataku jadi perih.”

Yonghwa tertawa. Lebih lama.

Hyung … banyak orang yang merindukanmu. Banyak orang yang menyayangimu, Hyung ….”

Arra …” Yonghwa mengangguk. Ia menoleh dan tertawa melihat ekspresi Minhyuk yang kelewat sedih. Tertawa … menertawakan dirinya sendiri yang begitu menyedihkan. Sampai sampai membuat orang lain ikut bersedih.

Ia mulai berpikir … bukankah seharusnya ia mendapatkan penghargaan? Ia bisa membuat orang lain menangis dengan kesedihannya. Akting yang sangat bagus, bukan?

‘Tapi ini bukan akting.’

Ia tersenyum bodoh mendengar kata hatinya sendiri.

Hyung ….”

“Bukan salahmu atau orang lain, Hyukie-ah …” Yonghwa berkata sangat tenang setelah menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. “Aku bertemu dan berkenalan dengannya … lalu kami menjalin hubungan … lalu hubungan itu berakhir … semua itu sudah takdir. Dan, aku juga tidak akan pernah menyalahkan takdir.”

“Aku tidak pernah menyalahkan siapa pun atas apa yang sekarang terjadi. Aku tahu aku memang terlihat sangat menyedihkan. Dan orang lain pun sudah mulai muak dengan sikapku yang lemah. Aku tahu, sudah saatnya aku kembali menjadi Jung Yonghwa yang dulu. Seorang pria yang penuh semangat, dan selalu tertawa. Apa kau juga tahu, kalau aku lebih merindukan diriku yang dulu, lebih dari yang orang lain harapkan?”

Hyung … aku—”

“Aku seperti menjadi anak durhaka setiap kali pulang, dan ibu melihatku menyeka air mata.” Yonghwa melepas rangkulannya dan berdiri.  Menyingkap keramaian kota yang mulai padat bersamaan dengan warna jingga di sebelah barat, yang semakin gelap. Kedua matanya terpejam beberapa saat. Dan sudut matanya pun mengeluarkan air hangat yang mengalir turun.

“Kau tahu lebih baik daripada aku, Hyung …” Minhyuk berkata tanpa mengangkat kepala. Kedua mata sipitnya lebih memilih untuk tetap terpaku pada garis horizontal di atas lantai marmer. Ia menambahkan setelah mengusap telapak tangannya yang berkeringat pada masing-masing sisi celana. “Dia sangat menyesal. Dia ingin meminta maaf dengan benar. Hanya itu.”

“Aku sudah bertekad, setelah keluar dari rumah sakit ini, aku akan segera kembali seperti diriku yang dulu.” Yonghwa tersenyum miris mengingat betapa bodohnya ia sekarang. Mengatakan sesuatu, yang ia sendiri tidak yakin bisa melakukannya. Terlebih lagi … dengan sikap masa bodohnya yang kelewat ‘bodoh’, dengan kalimat Minhyuk, yang sebenarnya sangat ingin ia dengarkan lebih banyak.

Cukup dengan kata ‘dia’ … dan hatinya sudah berhasil dibuat porak poranda.

“Dia terus menunggumu di luar, Hyung ….”

“Hyukie—ah ….”

“Berhenti bersikap seperti orang bodoh, Hyung!”

Yonghwa terdiam.

Terkejut lebih tepatnya. Karena ini adalah kali pertama seorang Kang Minhyuk, yang sangat ia sayangi seperti adik sendiri ini berani berkata kasar, dengan nada tinggi seperti yang baru saja ia dengar. Ia tahu, Minhyuk pun sangat memahami hubungannya dengan gadis itu. Minhyuk-lah yang sebenarnya sangat mengerti bagaimana perasaannya, tanpa harus ia mengatakan sesuatu. Ditambah lagi, dia dan Minhyuk adalah teman baik sejak grup band-nya memulai karir di industri hiburan. Sangat masuk akal bukan … kalau Minhyuk sekarang bersikap berani karena terlalu muak dengan kebohongannya yang sia-sia?

Ia bahkan tetap diam dan menengadah dengan pandangan kabur karena kedua matanya yang basah. Saat Minhyuk menepuk bahunya, dan terus menepuk bahunya.

“Manajernya sendiri yang mengatakan padaku beberapa hari lalu.” Dengan suara rendah, Minhyuk berkata perlahan. “Sudah satu minggu ini dia membatalkan semua jadwalnya. Dia juga membatalkan keikutsertaannya dalam drama bersama Jung Ho nam. Lusa pun, seharusnya ia terbang ke Italia untuk pemotretan. Bahkan hingga bulan depan, manajernya bilang tidak bisa menjanjikan apa pun. Besok, agensinya akan mengeluarkan pernyataan kalau dia harus menjalani beberapa tahapan pengobatan untuk fobia-nya terhadap kucing. Dan pagi tadi … kakaknya datang menemuiku dan berharap aku bisa membujuknya agar beristirahat di rumah. Kita sama-sama tahu, Hyung … semua ini akan berujung seperti apa kalau terus berjalan seperti ini.”

“Lalu menurutmu … apa yang harus aku lakukan?” Yonghwa tertawa. Seperti orang gila. Karena seluruh wajahnya yang sudah basah karena air mata. Tapi bibirnya terus menyunggingkan senyum, layaknya seseorang sedang jatuh cinta.

Ia bahkan semakin melebarkan senyumnya. Berbalik, dan berjalan menuju kamar mandi. Sambil terus menerus menggelengkan kepala. Sesekali menarik rambutnya dengan kedua tangan, sebelum akhirnya berakhir setelah tubuhnya terhuyung dan lantai dingin rumah sakit menyambutnya.

Tergesa-gesa Minhyuk berlari menghampiri dan membantu Yonghwa berdiri. Memapah tubuh lemah Yonghwa yang semakin kurus untuk kembali berbaring di tempat tidur.

Minhyuk tahu, seseorang sudah berdiri di depan pintu dengan air mata berderai. Keadaannya tidak lebih baik dari yang ia lihat pada Yonghwa. Dia … berdiri berpegangan pada pintu. Wajahnya pucat.

“Apa yang harus aku lakukan, Hyukie-ah … apa yang harus aku lakukan?” Yonghwa histeris. “Katakan apa yang harus aku lakukan saat aku melihat dengan kedua mataku sendiri, kalau seseorang yang satu minggu lagi akan menjadi istriku, dia sedang bercinta dengan pria lain?! Katakan apa yang harus aku lakukan saat melihat dia dan pria itu terus memuaskan hasrat mereka di dalam kamarku! Katakan apa yang harus aku lakukan, Hyukie-ah!! Katakan!!!”

Kebisingan itu berakhir bersamaan dengan datangnya tiga orang pria berseragam putih-putih, bersama dua orang perawat yang membawa peralatan mereka. Mereka datang tergopoh karena Minhyuk menekan tombol pemanggil untuk keadaan darurat yang ada di sebelah kirinya berkali-kali.

Dan keadaan benar-benar menjadi sangat tenang setelah dokter paling tinggi di antara mereka menyuntikkan obat penenang pada Yonghwa.

Dokter yang sebelumnya memegang kedua tangan Yonghwa menghampiri Minhyuk dengan langkah pasti. “Tolong hubungi keluarga Tuan Yonghwa secepatnya. Saya akan menunggu di ruangan saya.”

“Ya.” Minhyuk mengangguk.

 

 

TBC

 

Annyeong!!!

Waw, udah cukup lama yaaa aku ga update lanjutan ff-nya. Maaf, untuk semua yang nungguin😉😉.

Aku akan berusaha untuk secepatnya melunasi semua hutang ff-nya. Jadi, terima kasih untuk semua yang sudah menunggu dengan sabar.😉

 

Terima kasih 😘

Kiss&hug

Wangbie

 

 

  
Catatan Admin :
On Going kembali lagi dengan part 3. FF pertama yang diterbitkan setelah lebaran hehehe. Masih nyesek ya di part ini apalagi saat tahu penyebab putusnya hubungan Yonghwa dan “dia” karena adanya pengkhianatan. Tetap seperti biasa pasrah sama Wangbie mau dibawa ke mana cerita ini hehehe 🙂

Ngomong-ngomong hari ini Jung Yonghwa mengeluarkan mini album solonya, apa teman-teman sudah tahu? Kalau belum silakan liat MV-nya di sini. Jangan lupa dukung dengan membeli albumnya ya dan putar MV di saluran resmi oke 😉

Ada grup WhatsApp khusus pembaca web ini sebagai ajang untuk berbagi dan silaturahim, bila ingin bergabung sila hubungi Lisna di nomor 0821-8593-4742.
Selamat membaca dan jangan lupa komentar, saran dan kritiknya. Terima kasih.

Update postingan FF di web bisa dilihat di facebook HS Corner Shop atau di twitter Lovetheangels1

Advertisements

16 thoughts on “[FF Indonesia] On Going (Part 3)

  1. Ehh “dia” itu siapa ? Mantan yonghwa ?? Hampir menikah trus itu cwe mnyakiti hatinya ?? Next ditunggu thor 😊 gomawo udh dilanjut 😘

    Like

  2. Yonghwa kasian bgt, pantes z dy terpuruk gtu trnyata dy dah hmpir mnikah dg si”dia”
    Sedih bgt😢😢

    Next dtunggu….

    Like

  3. Mulai sedkit terungkap alasan hub.yong sama si dy itu dimasala karna penghianatan,,, kasihan yong yong

    Like

  4. siapa si dia tu yang dimaksud yong hwa, ah author buat penasaran aja. semangat aja deh buat author untuk kelanjutan nya

    Like

  5. Nyesek pas part akhir,akhirnya tau knp yongie spt itu, pas mau nikah malah “dia”berselingkuh, bercinta dikamar yongie,,,oh my god😱😱,speachless deh,ga bs ngebayangin sakitnya,,,untung si “dia” ciri2 nya jauh bgt dr biasku,pasangan yongie di ff😂,,pokoke daebak lhaa nie cerita

    Like

  6. ternyata ” dia” yang berhianat. ya ampun selingkuh pas seminggu mau nikah tp beneran apa jebakan hadeuh masih misteri. next part ditunggu

    Like

  7. Setelah dinanti nanti hadir jua… Cukup puas… Setidaknya sudah tau alasan kenapa yonghwa seperti itu…. Aaah sedihnya… Yonghwa yonghwa…. 😷😷😷😷
    Makasih sudah kembali hadir author wanbie…saranghae…😘😘😘

    Like

  8. Nyesek saat yong mengetakan penyebab hubungan yong dan Dia berakhir…
    Untung karakter dia tdk dijelaskan disini,jdi sakitnya ga double 😂😂😂😂😂
    Next part ditunggu eon,semangat terus 💪💪💪💪😘😘😘

    Like

  9. Hahayy ttep dbuat penasaran sm si ‘dia’ … huhu
    Bang Yong ,,, cew bodoh mana yg brani bkhianat sprti itu dbelakangmu ?????
    Phobia kucing 😒 kira2 siapa yaa niy cew 😏
    Next part thooorrrrrr 🙆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s