Posted in cikbella, fanfiksi terjemahan, sequel, series

[FF Terjemahan] Reach For The Rainbow (Part 11)


Reach For The Rainbow

Part 11

Penulis : Cikbella

Karakter :

Jung Yonghwa

Park Shinhye

Jung Eunmi

CNBLUE

.

Cerita asli : Reach For The Rainbow

.

Diterjemahkan oleh Riefa

.

—oOo—

.

Catatan :

Kata yang tercetak miring dalam bahasa Korea dan Inggris yang memang sengaja tidak diterjemahkan.

Setiap pergantian chapter di AFF ditandai dengan judul di tengah yang ditulis tebal

.

—oOo—

.

Ini adalah kisah tentang seorang duda yang memiliki seorang putri, mantan istrinya telah mengkhianati dia dan saat dia tahu, dia menceraikan istrinya. Dia sama sekali tidak percaya pada wanita. Dia mengambil keputusan untuk menikahi seorang gadis miskin tapi berpendidikan dari sebuah panti asuhan, karena ibunya mendesak dia untuk menikah. Gadis itu mengalami kehidupan yang sulit dengan dia.

.

—oOo—

.

Bulan Madu – Chapter 32

.

“Jeju?”

Yonghwa tersenyum dan mengangguk. “Deh. Kamu tidak akan menikmatinya jika kita pergi ke luar negeri.”

Shinhye tersenyum. “Terima kasih, Oppa.”

Kenchana. Mari kita nikmati waktu kita di sana. Karena itu dekat, kamu tidak perlu mengkhawatirkan putri kita neh.”

Shinhye mengangguk dan menggenggam tangan Yonghwa lebih erat.

Kaja.”

Mereka berjalan masuk ke pesawat dengan senyum yang menghiasi wajah mereka.

 

***

 

“Bergantilah. Kita seharusnya pergi dan mengunjungi tempat-tempat yang indah di sini.”

Shinhye mengangguk dan masuk ke kamar mandi. Dia keluar setelah beberapa saat, dia mengenakan gaun musim panas selutut berwarna biru dengan kardigan warna krem. Yonghwa tersenyum lebar dan tidak tahan untuk mencium istri tercintanya itu.

Kaja.”

Shinhye mengangguk dengan semangat.

Mereka pergi ke Glass Castle (Museum Seni Kaca) dan Yeomiji Botanical Garden (Taman Botani Yeomiji) terlebih dahulu.

Jeju Glass Castle‘ adalah taman hiburan seni kaca yang menampilkan ruang pameran, taman dan berbagai macam model yang semuanya terbuat dari kaca. Ada enam tema taman model, di mana lebih dari dua ratus lima puluh model dipamerkan. Termasuk labirin kaca terbesar di dunia, bola kaca terbesar dan berlian kaca terbesar di dunia, dinding kaca, danau cermin, dan jembatan kaca. Ada juga karya seni kaca para seniman internasional yang terkenal dari Italia, Republik Ceko, Jepang, dan masih banyak lagi lainnya.

Kebun Raya Yeomiji adalah kebun botani terbaik di Asia yang memiliki atmosfer selatan yang unik. Taman yang berada di dalam terdiri dari sekitar 2.000 tanaman tropis dan subtropis yang langka termasuk Taman Bunga, Taman Bunga Teratai, Taman Rimba, Taman Buah Subtropis, Taman Kaktus dan Sukulen, dan Platform Observasi.

Mereka juga mengunjungi Museum Teddy Bear sebelum mereka pergi ke restoran untuk makan malam.

“Apa kamu bersenang-senang, Yeobo?”

Shinhye tersenyum manis dan mengangguk.

“Aku senang kalau kamu menikmatinya. Apa kamu lelah?”

Ani. Wae, Oppa?”

Yonghwa tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa.”

Oppa, kita harus mengajak Eunmi lain kali. Dia akan sangat suka di Museum Teddy Bear.”

Deh. Kita akan mengajaknya lain kali.” Yonghwa tersenyum.

Chinca?” Tanya Shinhye penuh semangat.

Chinca. Tapi kamu harus melakukan sesuatu untukku.”

“Apa itu Oppa?”

“Aku akan memberitahumu nanti. Makanlah. Ini sangat lezat.” Yonghwa tersenyum lebar dan memakan makanannya.

 

***

 

“Kemarilah.” Panggil Yonghwa begitu Shinhye keluar dari kamar mandi. Air yang menetes dari rambut istrinya membuatnya merasa lebih panas. Shinhye sangat membuat kecanduan. Baju tidur tanpa lengan yang seharusnya terlihat imut menjadi terlihat seksi pada Shinhye.

“Biarkan aku mengeringkan rambutmu. Duduklah.”

Shinhye menuruti suaminya dan duduk di tempat tidur. Yonghwa mengeringkan rambutnya dengan hati-hati sambil tersenyum.

Yeobo.”

“Hmm.” Jawab Shinhye dengan dengungan.

Yonghwa membungkuk dan memberi ciuman di bahu Shinhye. Dia menyisir rambut Shinhye dari lehernya dan meninggalkan bekas di atasnya.

Shinhye gemetar karena sentuhan halus Yonghwa. Dia menutup matanya saat tangan Yonghwa bergerak di sekujur tubuhnya. Yonghwa menggigit telinga Shinhye sambil membisikkan kata-kata manis.

“Aku mencintaimu, Yeobo.” Ucap Yonghwa sebelum dia mencium tengkuk dan bahu Shinhye lagi. Dia lalu memberi ciuman dari garis rahang ke bahu Shinhye dengan wajah yang tersenyum. Dia memasukkan tangannya ke dalam baju tidur istrinya dan membelai perutnya yang membuat Shinhye cekikikan.

Wae?”

Oppa, ini geli.”

Yonghwa tersenyum. “Kamu tidak bisa menahannya?”

Deh.”

Yonghwa menarik tangannya dan sebagai gantinya memeluk Shinhye.

“Ini malam yang indah ‘kan, Yeobo.”

Deh. Ini mengingatkanku pada acara sekolah kita dulu. Itu adalah saat yang menyenangkan saat kami bernyanyi bersama di bawah langit malam.”

Yonghwa membelai lengan Shinhye dan mencium bahunya lagi.

“Haruskah aku menyanyikan sebuah lagu untukmu?”

Shinhye segera berbalik dan menatap Yonghwa dengan ekspresi terkejut. “Oppa bisa bernyanyi?”

“Tentu saja. Tapi kurasa aku tidak bisa menyelesaikan lagunya.”

Wae?”

Yonghwa tertawa kecil. Istrinya terlalu polos untuk memahami keinginannya sekarang.

“Aku akan bernyanyi untukmu besok.”

Deh.”

Yonghwa memegang pinggang Shinhye dan membuat istrinya itu duduk di pangkuannya; menghadapnya. Dia meraih tangan Shinhye dan menaruhnya di lehernya.

“Jangan membuat alasan hari ini, Yeobo. Aku sudah menunggu malam ini sejak lama.”

Shinhye tersipu dan mengangguk.

Yonghwa mencium hidung Shinhye dan tersenyum. “Aku mencintaimu.”

“Aku juga.” Jawab Shinhye dengan malu-malu.

“Aku ingin mendengar tiga kata itu.”

Deh?”

“Katakan padaku kalau kamu mencintaiku, Yeobo.”

Shinhye perlahan memandang wajah Yonghwa. “Aku mencintaimu, Oppa.”

Yonghwa menyeringai dan menarik Shinhye mendekat. Dia meletakkan kepalanya di dada Shinhye sambil menikmati aroma tubuh istrinya. Dia melepas Shinhye dan menatap matanya sambil tetap memegang pinggangnya.

“Haruskah kita memberi Eunmi seorang dongsaeng?”

Shinhye tersenyum. “Aku akan menyerahkan keputusannya pada Oppa.”

Chinca?”

Shinhye mengangguk.

“Jadi, ayo kita mulai dari hari ini.”

Yonghwa memegang pipi Shinhye dan mencium penuh bibirnya. Dia mencium istrinya perlahan sementara Shinhye bergerak seiring dengan iramanya.

“Aku akan melakukannya dengan pelan neh. Jangan takut.”

Shinhye mengangguk.

Yonghwa merebahkan Shinhye dengan hati-hati di atas tempat tidur sebelum melepas kaos dan celana panjangnya. Dia naik ke atas tubuh Shinhye dan mencium wajahnya dengan cinta. Dia melepaskan pakaian tidur istrinya dan melemparnya ke lantai; menyisakan Shinhye dengan pakaian dalamnya.

“Kamu cantik.” Ucap Yonghwa sambil tersenyum.

“Kamu sangat cantik.” Yonghwa mencium kening Shinhye.

“Kamu milikku.” Yonghwa mencium bibir Shinhye dengan penuh gairah. Dia melepaskan pakaian yang tersisa pada keduanya sebelum dia melanjutkan menikmati manisnya istrinya.

 

 

.

—oOo—

.

Jonghyun Bertemu Bidadarinya – Chapter 31

.

 

 

Shinhye terbangun dengan sebuah senyuman. Dia tersipu saat mengingat malamnya dengan Yonghwa. Suaminya bersikap manis. Yonghwa membuatnya nyaman. Dia membuatnya merasa rileks walaupun itu yang pertama untuk Shinhye. Yonghwa adalah pria yang tepat untuknya. Dia merasa dicintai melalui setiap gerakan, tindakan dan kata-kata Yonghwa.

Shinhye perlahan mengangkat kepalanya untuk memandang wajah Yonghwa. Wajah tidur Yonghwa terlalu tampan baginya untuk diabaikan. Dia melirik jam di atas meja. Sekarang pukul 09.00 pagi.

“Bagaimana bisa aku tidur selama ini?” Shinhye berbisik pada dirinya sendiri dan mencoba keluar dari tempat tidur saat dia merasa pegangan Yonghwa mengencang di tubuhnya.

“Kamu mau pergi ke mana?” Tanya Yonghwa dengan mata tertutup.

“Ini sudah siang. Aku mau mandi.”

Yonghwa tersenyum dan memeluknya lebih erat.

“Nanti saja.” Kata Yonghwa sambil tersenyum, matanya terpejam.

Oppa.”

“Nanti saja, Yeobo.”

Shinhye mengangguk dan meletakkan kepalanya ke dada Yonghwa lagi.

Yonghwa mencium rambutnya. “Lelah?”

Shinhye mengangguk pelan.

“Lelah sekali?”

Aniyo.”

“Bagus.”

Yonghwa merubah posisinya dengan cepat dan merebahkan Shinhye di tempat tidur.

“Kita mandi nanti neh.”

Yonghwa menundukkan badannya dan mencium Shinhye. Dia tidak pernah merasa cukup dengan istrinya. Shinhye sangat membuat kecanduan.

Shinhye tersenyum dan menyerah dengan ciuman itu.

 

 

***

 

 

Oppa, bisakah kita pulang saja hari ini?”

Yonghwa hanya mencium rambut Shinhye tanpa menjawab.

Shinhye berhenti menyisir rambutnya. Dia berpaling pada suaminya dan mencium hidungnya. “Oppa.”

Wae? Kita bisa pulang besok ‘kan. Tidakkah kamu ingin pergi berjalan-jalan?” Tanya Yonghwa cemberut.

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

Yonghwa tertawa kecil.

Ara. Kita pulang besok pagi neh. Aku harus memesan tiket pesawat terlebih dahulu.”

Shinhye mengangguk.

“Tapi kamu harus berjanji.” Kata Yonghwa tiba-tiba.

“Janji apa, Oppa?”

Yonghwa tersenyum dan meletakkan tangannya di sekeliling pinggang Shinhye dan menariknya mendekat. “Jangan abaikan aku seperti dulu.”

Shinhye cekikikan. “Aku tidak melakukannya, Oppa.”

“Ya, kamu melakukannya. Kamu selalu memakai Eunmi sebagai alasan setiap kali aku mencoba mendekatimu.”

Shinhye tersenyum dan menangkup wajah Yonghwa. “Aku tidak akan melakukannya lagi.”

“Janji?” Tanya Yonghwa dengan sikap kekanak-kanakan.

“Janji.” Jawab Shinhye dan mengecup bibirnya yang membuat Yonghwa tersenyum puas.

 

 

***

 

 

Omma, di mana Eunmi?”

Nyonya Jung menggelengkan kepalanya dan melepaskan menantunya dari pelukannya.

“Dia ada di dalam kamar, belum bangun.”

Shinhye tersenyum dan berpaling pada Yonghwa.

Oppa, aku akan melihat Eunmi neh.”

Yonghwa hanya mengangguk.

“Bagaimana bulan madunya, Nak?” Tanya Tuan Jung saat Shinhye menghilang ke kamar Eunmi sementara Nyonya Jung masuk ke dapur.

“Baik, Appa.” Yonghwa tersenyum lebar.

“Perlakukan dia dengan baik, Yong. Jangan terlalu tamak, arasseo?”

Yonghwa tertawa kecil sebelum mengangguk. “Deh, Appa. Jangan khawatir.”

Shinhye berjalan dengan Eunmi di pelukannya.

“Dia sudah bangun, dia tersenyum saat melihatku, Oppa.” Kata Shinhye sambil mencium pipi putrinya.

“Dia pasti sangat merindukanmu. Dia menangis saat malam pertama. Mungkin dia mencarimu.”

Shinhye mengerutkan kening. “Chinca? Kenapa omma tidak menelepon saya?”

Tuan Jung mengangkat bahunya.

“Dia hanya menangis sebentar. Appa-mu saja yang terlalu khawatir.” Nyonya Jung keluar dengan membawa nampan berisi kopi. Dia meletakkannya di atas meja sebelum melanjutkan ucapannya. “Dia bisa tidur di kamarnya sendiri sekarang, Shinhye ah. Uri Eunmi sudah besar.”

Chinca?” Tanya Yonghwa dengan mata berbinar.

“Kenapa kamu sangat bahagia?” Nyonya Jung bertanya sambil tersenyum menggoda.

Yonghwa menunjukkan seringai khasnya dan melirik Shinhye yang tersipu sebelum dia menjawab. “Aku bahagia karena Eunmi sudah cukup berani untuk tidur sendiri.”

“Apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu, Yong?”

“Tentu saja, Omma.” Yonghwa membelai rambut Eunmi dan tersenyum.

“Saya akan memandikannya neh, Omma.”

Deh, Shinhye.”

 

 

***

 

 

Oppa, apa Oppa tidak akan pergi bekerja?”

“Kenapa kamu selalu memintaku untuk pergi, Yeobo ya?”

Shinhye cekikikan saat dia menaruh cucian ke dalam mesin cuci. “Ani, oppa. Aku hanya ingin tahu.”

“Aku akan pergi nanti. Aku tidak punya janji penting pagi ini.”

Shinhye mengangguk dan pergi untuk merapikan tempat tidur.

Yonghwa menatap setiap gerakan istrinya sambil tersenyum.

Yeobo.”

Deh.”

Yonghwa tertawa kecil. “Apa kamu ingin dibantu?”

Shinhye menoleh pelan pada Yonghwa dan menggelengkan kepalanya.

Ani, Oppa. Aku baik-baik saja. Aku selalu melakukan ini sendirian.”

Yonghwa tersenyum. “Tidakkah kamu lelah mengurus rumah sendirian?”

“Aku sudah terbiasa dengan itu, Oppa. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?”

Yonghwa berjalan mendekati Shinhye dan memeluk pinggangnya dari belakang.

“Bagaimana kalau aku mempekerjakan seorang asisten rumah tangga untukmu? Dia bisa membantumu membersihkan rumah.”

Shinhye mendesah. “Apa aku tidak bisa membersihkan seperti yang Oppa inginkan?”

Hey, kenapa kamu berkata seperti itu? Aku hanya ingin mengurangi bebanmu. Kamu sudah membersihkan rumah, mencuci, memasak dan melakukan hal lainnya dari pagi.”

Shinhye mendesah lagi. “Aku tidak menyukainya.”

Wae?”

“Ada satu orang asing di rumah sudah cukup, Oppa. Aku tidak ingin orang lain lagi.”

“Tapi Jack teman masa kecilmu ‘kan?”

“Ya, tapi dia tetap orang asing.”

“Kamu tidak suka punya pengawal?”

Shinhye mengangguk pelan.

“Aku mengerti, Yeobo.”

Shinhye berpaling pada Yonghwa. “Apa maksud Oppa?”

“Aku akan bicara dengannya. Aku akan membicarakannya baik-baik kalau kita tidak butuh pengawal lagi.”

“Bagaimana kalau dia merasa tersinggung?”

Yonghwa tersenyum. “Tidak akan. Itu pekerjaan profesional ‘kan. Dia akan mengerti.”

Shinhye mengangguk lagi.

Yonghwa tersenyum dan menarik Shinhye ke dalam pelukannya. “Aku mencintaimu.”

 

 

***

 

 

“Apa ini?”

“Undangan, Hyung.”

Yonghwa tertawa. “Aku tahu, tapi siapa?”

Jonghyun memutar bola matanya. “Tentu saja aku.”

Gurae? Aku rasa aku mendengar seseorang di sini tidak akan menikah sampai berusia 40 tahun.”

Minhyuk tertawa, Jungshin juga.

“Dia sudah berubah, Hyung.” Kata Jungshin sambil menepuk bahu saudara laki-lakinya itu.

“Dia sudah menemukan malaikat seperti Hyung.”

Chinca? Apa dia cantik?”

Jonghyun mengangguk sambil tersenyum menerawang. “Dia seperti seorang putri, Hyung.”

“Ini luar biasa. Uri hyung benar-benar jatuh cinta, iya ‘kan Jungshin?”

Jungshin menjawabnya dengan anggukan.

“Benar-benar jatuh cinta.”

“Kita harus merayakan hal ini.” Kata Yonghwa sambil tersenyum lebar.

Deh. Ayo kita rayakan. ” Jawab Jonghyun dengan senyum lesung pipi.

 

 

***

 

 

“Silakan masuk, Oppa, Ahjussi.”

“Shinhye, bagaimana kabarmu?”

“Saya baik-baik saja, Ahjussi. Bagaimana kabar Ahjussi?”

“Aku sangat sehat, Sayang. Di mana suamimu?”

“Dia keluar dengan teman-temannya. Silakan duduk Ahjussi, Oppa.”

Deh.”

Woobin dan Tuan Kim duduk di sofa. Shinhye pamit ke dapur dan kembali dengan membawa dua gelas jus jeruk.

“Di mana pacarku, Shin?”

Shinhye tertawa kecil. “Aku akan membawanya. Tunggu sebentar neh.”

“Eunmi ya, oppa ada di sini.”

“Ini samchon oppa.”

Woobin tertawa kecil dan mengangguk. Tuan Kim menyesap minumannya dan menatap Shinhye.

“Shinhye, kami akan pindah ke Peru.”

“Peru? Wae, Ahjussi?”

“Aku akan menutup bisnis di sini karena kami menemukan tempat yang bagus di sana. Woobin akan membantuku di sana.”

Chinca?” Shinhye mengerutkan kening.

“Aku akan sering ke sini. Aku masih membiarkan kafe berjalan. Aku menemukan orang yang sangat bisa dipercaya untuk mengelolanya.”

Shinhye mengangguk. “Semoga berhasil, Oppa Jangan lupakan kami.”

Woobin tersenyum dan menepuk rambut Shinhye. “Aku tidak akan melakukannya. Kamu bukan orang yang mudah dilupakan.”

Tuan Kim mengangguk mendengar ucapan anaknya. “Beri tahu kami bila ada kabar baik.”

Shinhye tersenyum dan mengangguk. “Deh, Ahjussi.”

“Aku akan bertemu Yonghwa besok.”

“Kita akan pergi sekarang Shinhye. Jaga dirimu baik-baik.”

Deh, Ahjussi.

Tuan Kim memeluk Shinhye dan menepuk punggungnya.

Woobin juga memeluk Shinhye erat dan menutup matanya. “Kumohon berbahagialah, Shin. Itu satu-satunya hal yang harus kamu lakukan untukku.”

Shinhye melingkarkan tangannya, memeluk Woobin dan menangis di dadanya. “Berhati-hatilah, Oppa.”

Woobin melepaskan Shinhye dan menyeka air matanya. “Jangan menangis. Aku akan merasa berat meninggalkanmu.”

Shinhye mengangguk dan menyeka air matanya yang tersisa.

Woobin mengacak-acak rambut Shinhye dan tersenyum. “Aku akan rindu melakukan ini padamu.”

Shinhye tertawa dan meninju pelan dada Woobin. “Aku akan merindukanmu, Oppa.”

“Aku juga, Dongsaengie.”

 

 

***

 

 

“Apa yang kamu pikirkan, Yeobo?”

Shinhye menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Yonghwa. “Apa Oppa bersenang-senang?”

Yonghwa menyelipkan jarinya ke jari Shinhye dan menggenggamnya. “Deh. Jonghyun sangat bahagia. Aku tidak pernah melihatnya seperti itu.”

Shinhye tersenyum dan bersandar di bahu Yonghwa. “Dia pasti spesial; Dia bisa mengubah Jonghyun.”

Yonghwa mengangguk. “Seperti betapa istimewanya kamu untukku.”

 

 

.

—oOo—

.

Apa Yang Terjadi? – Chapter 34

.

 

 

Yeobo, apa ada orang yang datang?”

Shinhye berhenti melipat pakaian dan menatap Yonghwa. “Waeyo?”

“Aku hanya bertanya.”

Shinhye tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. “Oppa akan tahu besok.”

“Besok? Maksudmu ada orang yang datang?”

Shinhye mengangguk.

“Pria atau wanita?”

“Aishh, Oppaaa, tunggu saja besok.”

Yonghwa terkekeh-kekeh.

Ara. Jangan tunjukkan cemberut itu padaku Yeobo, atau kamu tidak akan tidur malam ini.”

Yonghwa tertawa sementara Shinhye tersipu.

“Aku mencintaimu.”

Shinhye tersenyum. “Aku juga mencintaimu, Oppa.”

Yonghwa tersenyum lebar dan berjalan keluar dari tempat tidur.

“Berhenti.” Shinhye menghentikan Yonghwa yang menghampirinya.

Wae?”

“Ada pekerjaan lain yang harus aku lakukan. Oppa tidak akan meninggalkan aku kalau Oppa menghampiriku sekarang.”

Yonghwa tertawa kecil. “Apa pekerjaannya? Aku akan membantu.”

Kenchana. Aku akan melakukannya dengan sangat cepat. ” Shinhye tersenyum dan berdiri dengan pakaian terlipat lalu memasukkannya ke dalam lemari pakaian Eunmi.

 

 

***

 

 

“Woobin hyung pergi, Shin?”

Shinhye mengangguk. “Oppa membantu ahjussi di perusahaan baru mereka.”

Chinca?”

Shinhye mengangguk.

“Jadi, Woobin hyung yang datang kemarin?”

Shinhye mengangguk lagi.

“Karena itulah aku mencium aroma parfum pria di bajumu.”

Shinhye terdiam di posisinya.

“Kenapa kamu diam, Yeobo? Aku tidak marah. Aku tahu kamu mencintaiku. Aku juga tahu hubunganmu dengan hyung.” Yonghwa memeluk Shinhye dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Shinhye. “Ayo pergi.”

Shinhye mengangguk.  “Aku akan mengambil Eunmi.”

Yonghwa mencium pipi Shinhye dan berjalan keluar. “Aku akan menunggu di bawah.”

Shinhye menarik napas lega. “Eunmi ya, ayo bertemu imo barumu.”

Shinhye menggendong Eunmi yang memakai gaun putih berbulu ke lantai bawah sebelum dia melepas Eunmi berjalan ke arah Yonghwa.

“Siap?”

Shinhye mengangguk.

Yonghwa menggendong Eunmi sementara Shinhye mengunci pintu.

 

 

***

 

 

“Jonghyun ssi, siapa namanya?”

“Hyungsoo, berhenti menambahkan ssi. Kita adalah keluarga.” Jonghyun tersenyum lebar. “Namanya Choi Jun Hee. Tapi semua orang memanggilnya Juniel.”

“Selamat, Jonghyun Oppa.”

“Terima kasih, Hyungsoo.” Kata Jonghyun sambil mengusap tengkuknya.

Yonghwa meletakkan tangannya di pinggang Shinhye dan terus tersenyum.

“Ayo kita tinggalkan dia dan masuk ke dalam gedung neh. Biarkan dia merasakan ketegangannya. ” Kata Yonghwa sambil tertawa kecil.

Deh.”

“Kami pergi sekarang.”

Deh.” Jawab Jonghyun dengan senyum gugup.

 

 

***

 

 

“Tempat dan dekorasinya sempurna, iya ‘kan Oppa?”

Yonghwa melihat ke sekeliling gedung pernikahan dan mengangguk sebelum menatap Shinhye. “Kamu ingin resepsi pernikahan kita yang ketiga?”

Shinhye tertawa kecil. “Aniyo.”

Ara.”

Shinhye menepuk punggung Eunmi dengan penuh cinta.

“Apa dia mengantuk?”

Aniyo. Dia lelah berlarian.” Shinhye tersenyum.

“Dia jarang bisa pergi keluar ‘kan.”

Deh. Appa-nya tidak mengizinkan Eunmi dan omma-nya keluar.” Shinhye tertawa kecil.

“Kita bisa keluar saat aku di rumah. Itu lebih aman.”

Ara, Oppa. Aku hanya bercanda.”

“Aku tahu kamu akan mengerti. Itulah kenapa aku mencintaimu.”

Shinhye tersenyum dan mencium rambut Eunmi.

 

 

***

 

 

Pernikahan itu berjalan dengan lancar. Mata Jonghyun berkaca-kaca saat sang mempelai wanita berjalan ke arahnya di sepanjang lorong. Dia bahagia, dia akhirnya menemukan seorang malaikat.

Juniel cantik seperti layaknya mempelai wanita dan dia bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman Jonghyun dan Shinhye.

“Bolehkah aku memanggilmu unni?” Juniel bertanya pada Shinhye.

“Tentu saja. Bagaimanapun aku lebih tua darimu.” Jawab Shinhye dengan senyum lebar. Dia sangat senang karena dia memiliki teman baru setelah Ye Jin meninggalkan Korea. Dia bisa punya pembicaraan khas wanita dengan Juniel.

Unni, berapa umurnya?”

“16 bulan.”

“Dia benar-benar imut.”

Shinhye menatap Eunmi dan tersenyum. “Ya.”

Unni, aku akan pergi menyapa temanku neh. Aku akan kembali lagi.”

Shinhye mengangguk.

Junel menepuk pipi Eunmi perlahan dan berdiri untuk bergabung dengan teman-temannya.

Shinhye melihat sekeliling dan melihat Yonghwa bahagia berbicara dengan temannya.

Upacara semacam ini merupakan hal yang dia benci sebelumnya. Itu membawa kenangan buruk. Pertama kali dia berada di pesta semacam ini adalah saat dia menikah. Sangat menyakitkan berada di tempat yang sama dengan Yonghwa saat itu. Dia merasa sangat kecil. Dia beruntung karena Woo bin dan Nyonya Jung menemaninya sepanjang waktu.

Tapi sekarang, menghadiri pesta semacam ini membuatnya merasa berbeda. Dengan cinta dan perhatian Yonghwa, dia tidak merasa ditinggalkan. Yonghwa mengenalkannya pada semua orang, termasuk klien dan mitra pentingnya.

“Ini adalah istriku. Hidupku.”

Jantung Shinhye berdebar setiap kali Yonghwa mengenalkannya seperti itu. Yonghwa sungguh-sungguh dalam setiap kata yang dia katakan. Dan dia percaya pada suaminya.

Yeobo, ayo kita pulang. Kurasa Eunmi sedikit tidak nyaman.” Yonghwa memegang bahunya membuat Shinhye tersadar dari lamunannya.

Deh. Tapi kita bertemu dengan pengantinnya sebelum kita pergi.”

Deh. Biarkan aku menggendongnya.”

Shinhye mengangguk dan memberikan Eunmi pada Yonghwa. Yonghwa menggenggam tangan Shinhye dengan tangannya yang bebas dan berjalan ke arah pengantin.

 

 

***

 

“Ada apa?”

“Aku tidak tahan dengan aroma ini.”

Yonghwa mengendus bajunya. Meskipun baju itu baru dipakai. Dia mengerutkan keningnya.

Yeobo.” Dia berjalan lebih dekat dan memegang lengan Shinhye.

Shinhye menutup mulutnya sebelum berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan semua dari tenggorokannya ke wastafel.

Yeobo, apa kamu baik-baik saja?”

“Menjauh dariku, Oppa. Aroma kaos Oppa membuatku pusing.”

Yonghwa menggaruk kepalanya. Dia menatap Shinhye dengan bingung. “Apa kamu ingin aku melepasnya?”

Shinhye mengangguk.

Yonghwa melepas bajunya dan memasukkannya ke keranjang cucian.

“Sekarang?”

Shinhye mendengus dan menggelengkan kepalanya sebelum dia menyandarkan kepalanya di dada Yonghwa. “Tidak apa-apa sekarang.”

Yonghwa mendesah. “Ayo kita pergi ke dokter. Kamu bersikap sangat aneh, Yeobo.”

Shinhye menggelengkan kepalanya. “Biarkan aku tidur sebentar. Aku tidak bisa tidur nyenyak selama dua malam. Eunmi terlalu sering bangun.”

Yonghwa mendesah lagi. “Ayo kita pergi ke dokter saat kau bangun neh.”

Shinhye tidak menjawab. Dia sudah tertidur.

Yonghwa meraih teleponnya dan menghubungi nomor telepon Nyonya Jung.

Omma, aku butuh bantuan.”

 

 

.

.

— BERSAMBUNG —

 

 

Catatan Admin :

Alhamdulillah Reach For The Rainbow part 11 akhirnya selesai juga. Part ini mulai saya terjemahkan sebelum lebaran tetapi karena kesibukan jadi baru bisa diselesaikan satu bulan setelahnya huhuhu. Mohon maaf bila banyak salah atau ada yang kurang pas, agak kaku setelah sebulan tidak menerjemahkan, dan juga part ini terlalu manis jadi sampai panas dingin saat menerjemahkan hehehe. Semoga tetap bisa diterima dan dimengerti 🙂

Kami membuat grup WhatsApp khusus pembaca web ini, bila ingin bergabung sila hubungi Lisna di nomor 0821-8593-4742.

Terima kasih untuk Cikbella yang sudah mengizinkan saya menerjemahkan FF ini, saya tetap berusaha di jalur cerita tanpa merubah isinya

Selamat membaca dan jangan lupa berikan komentar baik mengenai isi cerita, hasil terjemahan, kritik, saran, dll. Terima kasih 🙏🙏🙏

PS. Update postingan FF di web bisa dilihat di facebook HS Corner Shop atau di twitter Lovetheangels1

Advertisements

29 thoughts on “[FF Terjemahan] Reach For The Rainbow (Part 11)

  1. Yahoo!!! Baru baca kelanjutannya padahal dapat infonya sudah lumayan lama dari kak riefa hehe

    Yeahhh…akhirnya mereka Honeymoon juga ^^ *sweetmoment
    Jadi ingin ke Jeju island
    Glass castle, Yeomiju Botanical Garden, dan museum Teddy Bear yang terkenal itu. Ahhh…sepertinya menyenangkan 😊

    Part ini benar” sweet momentnya Yongha dan Shinhye 💑
    Eh, sepertinya Shinhye hamil ya. Huwahhh…chukhaeyo!!! Eunmi akan mendapatkan adik nih. 👏👶
    Ditunggu chapter berikutnya kak ^^

    Btw, indra penciuman Yonghwa tajam ya. Sampai tahu ada wangi farfum pria di baju shinhye hehe
    Untung farfumnya woobin 😂

    Selamat untuk Jonghyun samchun 👏

    Like

  2. Ternyata Yong suami yg pengertian yaa, sweet bgt. Itu Shin Hye knp? Jangan2 eunmi mau punya Ade ya??? Semoga aja. Terima kasih author yg udah mau ngelanjutin ff nya. Bikin senyum2 sendri bacanya. . .

    Like

  3. Senangnya yongshin sweet banget dan sepertinya shinhye hamil dan eunmi akan punya dongsaeng nih,,,,,, ditunggu kelanjutan nya thor dan tetap semangat,

    Like

  4. Waahh.. apa shin hye hamil? Semoga aja iyaaa… sukaaa.. bikin deg deg anay nih .. baper baca ceritanya 😀

    Like

  5. mungkin shin hye hamil tu oppa, kalau shin hye beneran hami lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil yongshin. ditunggu next nya eonni

    Like

  6. part ini manis… semanis shinhye dan yonghwa,
    yonghwa bener2 sudah berubah dan sangat mencintai istrinya…
    kira2 itu yonghwa minta bantuan apa ya?

    Like

  7. kykny shinhye hamil….hore eunmi dpt debay baru…sweet bnget part ini…yongshin slg mncintai n slg prcaya..dtggu next part ny…

    Like

  8. Hmmm manisnya… Bener-bener manies… Hihi
    Aigoo uri shinhye hamil… Pasti hamil….
    Cie senangnya….
    Gomawo sudah hadir eonni… Love u… Fighting
    ✊✊✊✊

    Like

  9. setelah lama menunggu akhirnya berlanjut.
    pulang honeymoon moga dapat kabar
    gembira buat yongshin. gumawo thor

    Like

  10. Duuuhhh…… Yongshin mkin sweet z deh😘😘
    Kyaknya shinhye hamil tuh, klo iya berarti eun mi bklan punya dongsaeng, snengnya😁😁

    Ditunggu trans part slanjutnya….

    Like

  11. Pasti shin hye hamil .
    Benar benar pasangan yang romantis shin hye dan yong hwa. Yong hwa memperlakukan shin dengan manis sekali. Bikin iri aja.

    Like

  12. Apa itu pertanda shin hye sudah hamil? Ahaha kasian yong hwa ga bisa pake parfumenya lagi 😂😂

    Like

  13. Moment yang manis dr yongshin. Ada apa yah dgn shin hye, sepertinya dipart selanjutnya ada kabar bahagia dr pasangan yongshin. Jd ga sabar nunggu kelanjutannya

    Like

  14. yongshin sngt romantiss..dn ap yg trjdi dg shin.mngkin kah dia hmil.hehe.snengnya..
    next part di tnggu

    Like

  15. Akhirnya update kembali 👏👏👏👏👏
    Yong manis bgt sich jdi suami 😍😍😍 kan readers jdi pada pengen gantiin posisi shinhye 😂😂😂😂
    Semoga part selanjutnya kabar baik dari pasangan yongshin 🙏🙏🙏🙏
    Next part ditunggu thor 💪💪😘😘😘😘

    Like

  16. Mudah2an itu tanda kalau akan ada yonghwa junior di dunia ne… Amien…
    Ditunggu next partnya thor…

    Like

  17. Hihi saking udah lamanya aku kira bakal ending eh ternyata masih ada kelanjutannya 😁
    Hayoo ada apa dengan Shinhye? Hihi pasti kabar baik kan? Abis sikapnya aneh gituh masa kagak suka cium aroma baju Yonghwa 😁
    Yah semoga kabar baiknya hadirnya Baby Jung 😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s